Thursday 20th of June 2013

logo
Home
Selamat Datang di FIB UI
Ceramah Ilmiah “Arkeologi Sains: Kajian Perubahan Iklim dan Sedimentologi dalam Arkeologi” Cetak
Jumat, 31 Mei 2013 05:05

Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menggelar acara Ceramah Ilmiah bertajuk “Arkeologi Sains: Kajian Perubahan Iklim dan Sedimentologi dalam Arkeologi”. Acara diselenggarakan pada Kamis 30 Mei 2013 bertempat di Auditorium Lt.3 Gedung X FIB UI. Hadir sebagai pembicara yaitu Dr. Andri Purnomo (Alumni Sains dan Teknologi Untuk Arkeologi dan Warisan Budaya Universitas Ferrara, Italia), dan Bambang Mahendra, M.E. (Peneliti pada Research Center for Climate Change (RCCC) UI).

 
Public Lecture “Social Media in Japan-Words and Expressions that Create More Connectedness” Cetak
Rabu, 29 Mei 2013 11:11

Pengalaman Jepang menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami 2011, masih menjadi hal yang menarik untuk disimak. Ms. Goto Araki Ai, Ed.M, Assistant Director The Japan Foundation Jakarta pun berkesempatan membagi pengalaman tentang bagaimana Jepang mempersiapkan diri menghadapi bencana alam, apa yang Jepang lakukan pada saat bencana itu terjadi, dan bagaimana usaha pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Jepang pasca terjadinya bencana. Secara khusus Ia menyoroti peran penting kemajuan sosial media dan teknologi informasi bagi Jepang dalam menghadapi bencana tersebut , yang disampaikan dalam sebuah forum Kuliah Umum yang diadakan oleh Program Studi Jepang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada hari Rabu 29 Mei 2013, bertajuk “Social Media in Japan-Words and Expressions that Create More Connectedness”.

 

Dalam paparannya, Ms. Goto Araki Ai menyatakan bahwa kemajuan teknologi informasi dan media dewasa ini, tidak hanya memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tetapi juga mengubah cara manusia membentuk kesadaran bersama. Masyarakat Jepang menggunakan kecanggihan sosial media, tidak hanya untuk menyebarkan informasi dan tayangan gambar tentang dahsyatnya gempa bumi dan gelombang tsunami yang melanda wilayah mereka. Kecanggihan teknologi informasi dan  sosial media seperti facebook, twitter, dll,  juga mereka gunakan untuk membentuk kesadaran bersama bangkit dari keterpurukan akibat musibah tersebut. Kuliah umum ini diakhiri dengan pemutaran film dokumenter tentang Festival Kembang Api yang diselenggarakan serentak di 10 kota di wilayah Tohoku yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa bumi dan gelombang tsunami. Festival Kembang Api itu tidak hanya bertujuan menghibur dan membangkitkan semangat para korban untuk terus melanjutkan hidup pasca bencana, namun yang penting untuk disimak adalah bagaimana penggagas acara mencetuskan idenya di tengah rasa pesimis para korban. Akhirnya ide festival itu dapat terwujud di antaranya karena bantuan sosial media dan kecanggihan teknologi informasi saat ini.  (AKW)

 
Pelatihan Penelusuran Informasi Berbasis Internet Cetak
Rabu, 29 Mei 2013 11:10

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB)  Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menyelenggarakan acara Pelatihan Penelusuran Informasi Berbasis Internet, yang ditujukan untuk para pengajar dan mahasiwa program pasca di FIB UI. Acara yang diselenggarakan di R.2401, Gedung II FIB UI ini berlangsung pada Rabu, 29 Mei 2013. Hadir sebagai fasilitator adalah Utami Hariyadi, M.Lib dan Arie Nugraha, M.Ti. (AKW)

 
Seminar dan Diskusi Terbuka Departemen Ilmu Filsafat Cetak
Selasa, 28 Mei 2013 11:04
Departemen Ilmu Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Selasa 28 Mei 2013, menggelar acara Seminar dan Diskusi Terbuka bertajuk “Filosof di Era Sains Modern”. Acara diselenggarakan di Auditorium 1103, FIB UI dengan para pembicara yaitu Dr. Loanes Rahmat (Peneliti dan Dosen), Rocky Gerung (Dosen Filsafat FIB UI), dan Herdito Sandi P., M.Hum (Dosen Filsafat UI). Acara ini dipandu oleh Djohan Rady (Mahasiswa Program S2 Filsafat FIB UI). AKW

 

 
Kunjungan dan Pembicaraan Rencana Kerja Sama UI-University of Queensland (UQ) Cetak
Selasa, 28 Mei 2013 11:02

Hubungan baik yang telah terjalin selama lebih dari 50 tahun antara pemerintah Indonesia dengan Australia, telah ikut membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studinya di Australia, salah satunya di University of Queensland (UQ). Sebagai salah satu Universitas Terbaik di Indonesia dan di Asia Tenggara, Universitas Indonesia (UI) telah menjadi  magnet kuat yang menarik perhatian berbagai universitas terbaik dunia untuk bekerjasama dalam pengembangan pendidikan dan penelitian. UI turut menyumbangkan alumni-alumni terbaiknya untuk melanjutkan studi di berbagai universitas terbaik dunia, termasuk di UQ. Tidak sedikit alumni UQ yang berasal dari UI, sekembalinya ke tanah air menempati posisi penting, baik di institusi pemerintah, perusahaan, maupun di organisasi non-pemerintah.

 

University of Queensland (UQ), Australia  sendiri merupakan salah satu dari 50 Perguruan Tinggi Terbaik di Dunia versi QS World University Rankings dan masuk dalam jajaran 100 Universitas Terbaik Dunia menurut Times Higher Education. UQ juga termasuk dalam 10 Universitas Terbaik di kawasan Asia Pasifik, dan 100 Universitas Terbaik Dunia  berdasarkan survei akademik yang dilakukan oleh Shanghai Jiao Tong University. Sebagai salah satu dari 3 universitas riset terbaik di Australia, UQ  telah mengembangkan riset dan penelitian dalam berbagai bidang, dan juga telah memberikan berbagai kesempatan bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk melanjutkan studi di UQ.

 

Dengan latar belakang dan reputasi yang sangat mengesankan yang ditunjukkan oleh UQ dan UI, Selasa, 28 Mei 2013, Delegasi UQ berkesempatan melakukan kunjungan dan pembicaraan rencana kerjasama dengan UI. Delegasi UQ dipimpin oleh Prof. Deborah Terry (Senior Deputy Vice-Chancellor), diterima secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengambangan dan Kerjasama Industri Sunardji, S.E., M.M, dan Direktur Kantor Internasional Universitas Indonesia (IO UI) Junaidi, M.A, di Ruang Rapat 5C Gedung Perpustakaan Pusat UI.

 

Hadir pula dalam kesempatan ini, perwakilan dari beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Teknik (FT), Kesehatan Masyarakat (FKM), Psikologi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Ekonomi (FE), Hukum (FH), dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Mewakili Dekan FIB UI, hadir Rahadjeng Pulungsari, M.Hum (Sekretaris FIB UI) yang pada kesempatan ini berbincang khusus dengan Prof. Helen Creese (Faculty of Arts / School of Languages and Comparative Cultural Studies). Dalam kesempatan ini, keduanya membicarakan berbagai kemungkinan untuk menuangkan kerjasama yang lebih konkret dalam sebuah perjanjian kerjasama di bidang ilmu sosial dan humaniora. (AKW)

 
Prof. Bambang Wibawarta dalam Diskusi “Bencana dan Peradaban” Cetak
Kamis, 23 Mei 2013 06:49

Diskusi bertajuk Bencana dan Peradaban” sekaligus bedah buku Danny Hilman Natawidjaja yang berjudul “Plato tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia”, diselenggarakan di Gedung Krida Bakti, Sekretariat Negara, pada Senin (20/05/2013).

Acara ini dihadiri kalangan akademisi,pemerintahan, militer, mahasiswa, maupun sipil. Diskusi ini salah satunya berupaya memberikan pembuktian terhadap sanggahan penelitian tim katatrospik purba, yang menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki peradaban megalitik, yang tinggi sebagai pseudoscience yang tidak ilmiah.

“…Sungguh miris bahwa Plato yang hidup pada tahun 450 SM, kita pakai konsep republiknya, konsep unsur pembentukan alam utamanya yang terdiri dari air, api, tanah dan udara, tapi kenapa kisah Atlantis dalam dialog timeaus and critias plato dianggap khayalan…? “ ujar Dr Danny Hilman.

Selain mengupas kecocokan antara deskripsi Plato tentang Atlantis dengan kondisi Indonesia, poin yang ingin ditunjukkan para pemberi materi adalah mengenai hubungan bencana dan peradaban. Hidup ini tidak linier, dari beberapa penemuan, terlihat betapa manusia berusaha selamat dari katastropik.

Peradaban manusia mencapai tingkat yang tinggi kemudian dihancurkan oleh bencana katatrospik yang besar seperti gempa bumi, gunung meletus, maupun tsunami. Hal-hal semacam ini juga banyak dicontohkan dalam kitab-kitab suci dan cerita-cerita rakyat.

Para ahli yang menjadi pembicara seperti Dr Andang Bachtiar, pembina Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Arkeolog Dr. Ali Akbar sepakat bahwa ini saatnya bekerjasama untuk mempelajari lagi semua sumber tertulis maupun lisan agar dapat menguak kembali semua kisah peradaban, yang masih terpendam dimana perkembangan populasi dan peradaban manusia selalu dijatuhkan oleh bencana.

“…Di hari kebangkitan nasional ini sangat penting untuk sama-sama bangkit merekonstruksi peristiwa masa lalu dan peradaban yang lampau, Selamat kepada bapak Danny Hilman dan tim katatrospik yang berupaya mengungkap sejarah katatrospik bagaimana kita bisa bertahan menghadapi bencana besar sehingga dapat menjadi bekal bagi masa yang akan datang…” ujar Dekan FIB UI, Bambang Wibawarta. (AKW)

(sumber: http://infohikmatuliman.wordpress.com/2013/05/21/plato-tidak-bohong-atlantis-ada-di-indonesia/)

 
Artikel Lain...
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

Halaman 2 dari 105


Copyright © 2008 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia