|
WISUDA PROGRAM BIPA REGULER FIB UI Periode Januari-Mei 2013 |
|
|
Senin, 13 Mei 2013 09:38 |
|
Mengambil tema “Indo-Belanda Punya Gaya”, Program Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) FIB UI pada hari Sabtu, 11 Mei 2013, bertempat di Auditorium Gd. IX FIB UI, menyelenggarakan Acara Wisuda bagi peserta Program BIPA Reguler Periode Januari-Mei 2013. Acara diisi dengan persembahan tarian dan lagu khas Indo-Belanda yang dibawakan tidak hanya oleh para mahasiswa BIPA tetapi juga dimeriahkan dengan partisipasi para staf pengajar BIPA yang mempersembahkan tarian dan lagu, di antaranya Lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng, , Als de orchiedeen bloeien, Ajoen-ajoen, Tarian Gaba-gaba, dll. Ucapan selamat dan terima kasih atas kepercayaan para wisudawan memilih Program BIPA LBI FIB UI sebagai tempat untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia, disampaikan oleh Direktur LBI FIB UI Christinne T. Bachrun, M.A. dalam pidatonya mengawali acara ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan kegiatan Program BIPA Reguler Periode Januari- Mei 2013, yang disampaikan oleh Kepala Program BIPA FIB UI, Dwi Puspitorini, M.Hum. Program BIPA Reguler Periode Januari- Mei 2013 diikuti oleh 279 peserta dari 17 negara, terbagi dalam 8 Kelas BIPA 1, 7 Kelas BIPA 2, 3 Kelas BIPA 3. Periode ini juga membuka kelas khusus untuk mahasiswa Chosun University Korea dan Prince Songkla University. Dalam wisuda ini, diumumkan juga para lulusan BIPA terbaik dari setiap tingkatnya. Untuk BIPA 1, peserta terbaik jatuh kepada Miyoshi Tae, dari Jepang yang berhasil meraih nilai akhir 96.90 dengan Indeks Prestasi (IP) 4.00. Untuk tingkat BIPA 2, predikat peserta terbaik diraih oleh Yoshikuni Takada, masih dari Jepang, dengan nilai akhir 96.83 dan IP 4.00. Sedangkan untuk tingkat BIPA 3 atau tingkat yang berhasil diwisuda kali ini, predikat peserta terbaik diraih oleh Lee In Ae dari Korea Selatan, dengan nilai 95.33 dan IP 4.00. Seluruh wisudawan/ti mendapatkan medali dan sertifikat kelulusan, yang diserahkan langsung oleh Direktur LBI FIB UI Christinne T. Bachrun, M.A. dan Kepala Program BIPA FIB UI, Dwi Puspitorini, M.Hum. Tidak ketinggalan pula, dalam acara ini, panitia acara mengumumkan para peserta yang berhasil mendapatkan penghargaan untuk kategori Penulis Karya Ilmiah dan Artikel Populer terbaik. Untuk Kategori Penulisan Karya Ilmiah Terbaik, Terbaik 3 diraih oleh Toshihiro Tsuga dengan judul tulisan “Keselamatan penumpang mobil yang diterangkan dengan ASEAN-NCAP disadari oleh masyarakat Jakarta dalam pemilihan mobil dengan berbagai tingkat pentingnya”, Terbaik 2 diraih oleh Shohei Mori dengan judul artikel “Persepsi Masyarakat Jakarta terhadap Mobil Ramah Lingkungan”, dan Terbaik 1 berhasil diraih oleh Kim Tae Yon yang menulis artikel berjudul “Persepsi Masyarakat Jakarta terhadap penyebab dan solusi kemacetan di Jakarta”. Penghargaan untuk Penulis Artikel Populer Terbaik dibagi menjadi beberapa kategori. Penghargaan Penulis Artikel Informatif Terbaik diraih oleh Mutsumi Amano dengan judul artikel “Toilet Jepang Tempat Anda Bisa Menjadi Diri Sendiri”. Untuk Kategori Profil, penghargaan diberikan kepada Yoko Nishida dengan judul tulisan “Pengajar terbesar saya”, Kategori Advertorial diraih oleh Jeong Hyeon Heni dengan judul artikel “Jangan Ambil Jalan Pintas”, Kategori Ulasan Film diberikan untuk judul tulisan “Denias Senandung di Atas Awan Seragam yang tak ternilai” oleh Mutsumi Amano, sedangkan Kategori Penulis Cerita Pendek Terbaik berhasil diraih oleh Lee In Ae dengan judul tulisan ”Tangan Monyet”. Wisudawan/ti juga tak lupa mengucapkan rasa terima kasih mereka kepada para pengajar Program BIPA FIB UI, dengan berbagai cara. Wakil wisudawan/ti yaitu Ku Ye Rim dan Sara Kristin mengucapkan pidato terima kasih mereka mewakili rekan-rekannya, dan dilanjutkan dengan ucapan terima kasih melalui persembahan lagu dari seluruh wisudawan/ti. (AKW) |
|
|
Kunjungan Arkeolog FIB UI Ke Situs Gunung Padang |
|
|
Senin, 13 Mei 2013 08:17 |
|
Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan Megalitikum berupa punden berundak, terdiri dari susunan batuan andesit yang umurnya diperkirakan jauh lebih tua daripada Piramida Mesir sekitar 10.000 tahun sebelum masehi. Setidaknya inilah hasil penelitian terhadap keberadaan Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat,yang dilakukan oleh tim arkeolog yang dipimpin oleh Dr. Ali Akbar dari Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Penelitian ini mengungkap fakta bahwa apa yang seharusnya disebut sebagai Situs Gunung Padang bukan hanya permukaan tanah seluas 900 meter persegi bersama bebatuan di atasnya, melainkan meliputi keseluruhan bangunan yang diduga kuat ada dan tertimbun di bawahnya. Namun demikian, sebagaimana telah diketahui bersama, sejak diumumkan kepada publik, hasil temuan terhadap Situs Gunung Padang tersebut telah banyak menarik perhatian masyarakat baik nasional maupun internasional, bahkan telah menimbulkan reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Berkaitan dengan wacana yang berkembang terkait Situs Gunung Padang, para Arkeolog FIB UI beserta para staf pengajar UI lainnya, Sabtu 11 Mei 2013, melakukan kunjungan langsung ke lokasi situs. Hadir di antaranya adalah Prof. Dr. Noerhadi Magetsari, Dr. Ali Akbar, Dr. Nini Hidayati, Dr. Irmawati Johan, Dr. Totok Suhardiyanto, Dr. Lily Tjahjandari, dan masih banyak lagi. Rombongan juga diikuti oleh mahasiswa Program Magister dan Doktor Arkeologi FIB UI para peminat studi arkeologi khususnya studi terhadap Situs Gunung Padang, serta rekan-rekan media cetak, online dan elektronik, seperti Sindo, Detik, TV One, dan SCTV. Tujuan dari kunjungan ini selain mengajak para peserta untuk menyusuri jalur ekskavasi Situs Gunung Padang, sekaligus juga mendengarkan paparan dan kajian ilmiah para arkeolog tentang pentingnya Situs Gunung Padang, yang ditujukan tidak hanya bagi para peserta tetapi juga untuk masyarakat yang bermukim di sekitar situs. (AKW)
Berita terkait: http://news.detik.com/read/2013/05/12/115424/2243479/10/situs-gunung-padang-ritual-agama-lokal?9922032 http://koranindonesia.com/2013/05/12/ekskavasi-situs-gunung-padang-mendesak-dilakukan/#.UZBFHErmGbI http://www.tribunnews.com/2013/05/13/ekskavasi-situs-gunung-padang-jalan-terus http://www.antaranews.com/berita/374181/ekskavasi-situs-gunung-padang-mendesak-dilakukan http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/05/ketua-tim-mandiri-gunung-padang-bukan-piramida |
|
Belajar Dari Pengalaman Gempa Bumi dan Tsunami Jepang 2011 |
|
|
Jumat, 03 Mei 2013 10:07 |
|
Lebih dari dua tahun berlalu setelah gempa dahsyat berkekuatan 8,9 skala Richter pada Maret 2011 melanda wilayah pesisir timur laut Jepang. Besarnya kekuatan gempa menimbulkan tsunami dahsyat, yang mengakibatkan tewasnya belasan ribu orang, dan ribuan orang hilang, menghancurkan sarana infrastruktur, bahkan juga menyebabkan kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima, yang menimbulkan dampak krisis nuklir terburuk dalam sejarah teknologi nuklir Jepang dan kerugian hingga puluhan milyar dollar. Bayangkan! Apa jadinya kalau kekuatan mahadahsyat itu menerjang Indonesia. Korbannya mungkin lebih banyak. Boleh jadi Jepang memang lebih siap menghadapi bencana. Maklum negara maju ini sudah ratusan tahun menghadapi musibah serupa. Gempa dengan skala kecil sudah menjadi rutinitas, meskipun gempa kali ini tercatat menjadi yang terbesar dalam 140 tahun terakhir. Belajar dari pengalaman Jepang menghadapi bencana alam seperti tersebut di atas menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas terutama pasca gempa dan tsunami Jepang 2011. Ogawa Tadashi, Ph.D, Director General of Japan Foundation di Jakarta pun berkesempatan membagi pengalaman bagaimana Jepang mempersiapkan diri menghadapi bencana alam, apa yang Jepang lakukan pada saat bencana itu terjadi, dan bagaimana usaha pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Jepang pasca terjadinya bencana. Pengalaman tersebut disampaikan oleh Ogawa Tadashi, Ph.D dalam sebuah forum Kuliah Umum yang diadakan oleh Program Studi Jepang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada hari Jum’at 3 Mei 2013, bertajuk “How Can Culture Fight Against Disasters? – Lessons from Japan’s Experiences – “. Dalam paparannya, Ogawa Tadashi, Ph.D menyampaikan bahwa Jepang sebagai negara yang terbiasa dengan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, memang telah mempersiapkan segala hal untuk “hidup berdampingan” dengan bencana. Dari bidang teknologi, Jepang telah memiliki The Earthquake Early Warning System yang sangat canggih. Sistem tersebut memungkinkan Badan Meteorologi Jepang dapat sesegera mungkin memberikan sinyal tanda bahaya termasuk kemungkinan munculnya tsunami, sehingga masyarakat Jepang sempat untuk mengungsi ke tempat yang aman. Tidak hanya dari sisi teknologi, sisi budaya juga telah mengajarkan masyarakat Jepang untuk siap menghadapi bencana. Budaya dari aspek nilai-nilai kehidupan, disiplin, saling bantu-membantu meringankan beban bencana, adalah beberapa nilai dan norma yang selalu ditanamkan dalam pendidikan untuk seluruh masyarakat Jepang. Antisipasi menghadapi bencana dan berbagai bentuk pemulihannya telah menjadi salah satu kurikulum wajib dalam pendidikan di Jepang. Tidak hanya sekedar mengandalkan kecanggihan teknologi namun juga pengutamaan nilai-nilai kemanusiaan yang berpijak pada nilai-nilai budaya luhur merupakan kombinasi yang sangat tepat untuk “hidup berdampingan dengan bencana” di wilayah rawan seperti Jepang. Acara Kuliah Umum diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Jepang Dr. Etty Nurhayati Anwar dan Dr. Lily Tjahjandari selaku Manajer Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mewakili Dekan FIB UI. Selain itu, hadir pula Dr. Untung Yuwono selaku Manajer Pendidikan FIB UI, dan acara ini dipandu oleh Bachtiar Alam, Ph.D, staf pengajar Program studi Jepang sekaligus Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UI. Acara Kuliah Umum yang diselenggarakan di Auditorium 1103, Kampus FIB UI ini dihadiri tidak hanya oleh pengajar dan mahasiswa Program Studi Jepang, tetapi juga para pengajar dan mahasiswa Program Studi Cina dan Korea. (AKW) |
|
Konser Amir-John Haddad di FIB UI |
|
|
Jumat, 03 Mei 2013 10:06 |
|
Amir-John Haddad, gitaris Spanyol keturunan Kolombia – Palestina berkesempatan menggelar konser di hadapan publik Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), pada Jum’at 3 Mei 2013, di Auditorium Gedung IX, Kampus FIB UI. Amir-John Haddad lahir di Freiburg Jerman pada tahun 1975. Sejak usia yang sangat belia, Amir telah menunjukkan kemampuannya dalam memainkan beragam jenis musik, mulai dari South American folklore sampai jenis musik klasik, Arab dan Oriental, musik Afrika, dan tentu saja musik Flamenco. Gaya bermusiknya juga sangat terpengaruh dengan gaya musik Barat seperti Jazz, Rock, Funk, Pop, Metal, Fusion. Tahun 1997 Amir memutuskan untuk tinggal dan mempelajari alat musik gitar di salah satu tempat kelahiran musik Flamenco, yaitu Jerez de la Frontera (Andalucía-Spanyol). Pada tahun 1998 Amir pindah ke Madrid untuk mengasah kemampuannya sebagai musisi profesional. Ia pernah bermain di Tablaos Flamenco terkenal seperti Las Carboneras, Café de Chinitas, Corral de la Pacheca, Casa Patas dll. Selama berada di Madrid, Amir diundang untuk bergabung dengan Spanish World Music Band legendaris dan terkenal, Radio Tarifa. Sebagai music arranger dan gitaris, Amir telah melakukan tur musik ke sejumlah negara dan kota di seluruh dunia. Pada tahun 1999 ia memenangkan penghargaan komposisi musik asli dalam ajang "Certamen de Coreografia de Danza Española y Flamenco" di Teatro Albeniz, Madrid. Dia pun telah membuat soundtrack untuk drama teater, koreografi tari, iklan, film dokumenter televisi, serta komposisi pada album Radio Tarifa "Fiebre" (2004) dan Chambao (2012) yang dinominasikan di Latin Grammy Awards. Amir yang piawai memainkan gitar, Oud, Bouzouki (gitar Yunani), Bağlama (Turkish Saz), Mandola, banjo, dan bass, merilis album solo pertamanya "Pasando por Tabernas" di Jerman pada tahun 2006, di bawah naungan label Moon Records Köln. Di dalamnya terdapat 8 lagu Flamenco yang dimainkan dengan Arabic Oud dan gitar Flamenco, dan pada 2013 ia merilis album gitar Flamenco kedua dengan judul "9 Guitarras", yang diproduksi oleh Mundo Flamenco dan Amir John Haddad. Konser Amir John-Haddad di FIB UI kali ini diselenggarakan dalam rangka merayakan 10 tahun berdirinya Pusat Kebudayaan Spanyol di Jakarta, dan untuk mempererat hubungan baik yang telah terjalin antara Kedutaan Besar Spanyol di Indonesia dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), khususnya Program Studi Prancis dan Lembaga Bahasa Internasional FIB UI. Konser diawali dengan sambutan Wakil Duta Besar Kerajaan Spanyol untuk Indonesia Señor Fernando Fernandez Aguayo, dan Rahadjeng Pulungsari, M.Hum (Sekretaris FIB UI) mewakili Dekan FIB UI. Antusiasme publik FIB UI menyaksikan konser Amir John Haddad ini sangat tinggi, terlihat dari begitu banyaknya sivitas akademika FIB UI yang hadir memenuhi Auditorium Gedung IX, dan tidak meninggalkan tempat acara hingga konser berakhir. (AKW) |
|
FIB Tuan Rumah Pemilihan Mapres Utama Tingkat UI 2013 |
|
|
Kamis, 02 Mei 2013 08:56 |
|
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menjadi tuan rumah penyelenggara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama Tingkat UI tahun 2013. Mapres Utama UI kali ini diikuti oleh 13 peserta, hasil seleksi dari setiap fakultas di lingkungan UI, yaitu: Patricia Lukas Goentoro (Kedokteran), Ary Agustanti (Kedokteran Gigi), Ardiantono (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Muhammad Iqbal (Teknik), Anbar Jayadi (Hukum), Mardhatilla Amalia (Ekonomi), Muhammad Daniyaal Hadzami (Ilmu Pengetahuan Budaya), Boby Andika Ruitang (Psikologi), Niwa Rahmad Dwitama (Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Nur Atika (Kesehatan Masyarakat), Amanah Ramadiah (Ilmu Komputer), Achmad Reza Mardian (Ilmu Keperawatan), Herlina Tri Setyowati (Farmasi). Seluruh peserta Pemilihan Mapres Utama UI 2013 harus mengikuti beberapa tahapan penilaian yaitu, Psikotest dan Tes Bahasa Inggris (1 Mei 2013), dan Presentasi untuk menyajikan makalah masing-masing peserta di hadapan dewan juri (2 Mei 2013). Kedua tahapan tersebut diselenggarakan di Auditorium 1103, FIB UI. Juara I, II, dan III Mapres Utama UI 2013 akan diumumkan pada Jum’at 3 Mei 2013 mulai pukul 18.30 WIB pada acara “Malam Apresiasi Prestasi Mahasiswa UI 2013”, di Balairung UI Depok. Pada penyelenggaraan Mapres Utama UI hari kedua ini, Kamis 2 Mei 2013, dan sekaligus bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Plh. Rektor UI Prof. Dr. Muhammad Anis berkesempatan menyampaikan sambutannya, sekaligus membuka secara resmi Pemilihan Mapres Utama UI 2013. Sementara itu dari pihak tuan rumah penyelenggara hadir Sekretaris FIB UI Rahadjeng Pulungsari, M.Hum mewakili Dekan FIB UI. Pelaksanaan Mapres Utama UI 2013 ini diketuai oleh Albert Roring, M.Hum ( Manajer Kemahasiswaan dan Alumni FIB UI). Dalam acara ini, hadir pula Arman Nefi, S.H., M.M (Pjs Direktur Kemahasiswaan UI) dan Dr. Untung Yuwono (Manajer Pendidikan FIB UI). Sedangkan bertindak sebagai Dewan Juri Mapres Utama UI 2013 yaitu Dr. R. Cecep Eka Permana (Ilmu Pengetahuan Budaya), Prof. Drg. Risqa Rina Darwita, Ph.D (Kedokteran Gigi), dan Hisar Maruli Manurung, S.Kom, Ph.D (Ilmu Komputer). (AKW) |
|
Kunjungan Studi Banding Universitas Udayana Bali |
|
|
Jumat, 26 April 2013 03:27 |
|
Dalam rangka meningkatkan kerjasama antarperguruan tinggi untuk meningkatkan pertukaran informasi pengelolaan jurusan serta menambah wawasan mahasiswa, Program Studi Sastra Bali Fakultas Sastra Universitas Udayana Bali, melakukan kunjungan studi banding ke Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Rabu, 24 April 2013, rombongan diterima secara resmi di Auditorium 1103, Kampus FIB UI, oleh Manajer Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Dr. Lily Tjahjandari mewakili Dekan FIB UI, didampingi oleh Koordinator Program Studi Jawa, Karsono, M.Hum, dan para staf pengajar Program Studi Jawa FIB UI. Rombongan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi Sastra Bali Fakultas Sastra Universitas Udayana Bali Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum, dengan anggota rombongan berjumlah sekitar 90 orang mahasiswa dan 10 orang staf pengajar. Dalam sambutannya, I Gde Nala Antara menyampaikan bahwa seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk mempelajari bahasa dan sastra Bali, mendorong Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana sebagai program studi baru di Fakultas Sastra Universitas Udayana untuk terus belajar dan meningkatkan standar pengelolaan Program dan sistem perkuliahan. “Salah satu caranya adalah dengan secara rutin melakukan kegiatan studi banding ke Program Studi Jawa FIB UI yang sudah kami anggap sebagai saudara tua, “ungkap I Gde Nala Antara dalam sambutannya. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara rutin setiap 2 tahun sekali. Sementara itu, dalam sambutannya mewakili Dekan FIB UI, Dr. Lily Tjahjandari menyambut baik program kerja sama yang telah terjalin antara FIB UI dengan Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana ini, karena dengan kegiatan ini, kedua belah pihak dapat saling bertukar informasi demi meningkatkan wawasan dalam peningkatan pengelolaan program di masing-masing institusi. Dalam kunjungan ini, Program Studi Jawa FIB UI menghadirkan 2 orang narasumber yaitu Karsono, M.Hum selaku Koordinator Program Studi Jawa FIB UI yang menyampaikan paparan mengenai Program Studi Jawa FIB UI, dan Darmoko, M.Hum yang menyampaikan paparannya mengenai Perkembangan Bahasa, Aksara, dan Sastra Jawa. Tidak hanya itu, kegiatan studi banding ini juga diisi dengan penampilan mahasiswa/i Program Studi Jawa FIB UI yang memainkan beberapa komposisi dengan iringan musik gamelan Jawa. (AKW)
|
|
|